Kenyataannya di klinik, praktik bidan yang tertib administrasinya lebih siap ketika pasien perlu dirujuk. Ini menjadi titik yang paling sering kami bahas saat sesi pendampingan.
Berikut 5 praktik yang kami lihat paling membantu, disusun dari yang paling mudah dijalankan.
Catat pemeriksaan ibu secara teratur. Cukup dituangkan dalam satu halaman pengingat yang ditempel di area kerja. Banyak klinik baru menyadari pentingnya setelah sempat mengalami masalah. Tulis sebagai bagian dari prosedur harian, bukan sekadar instruksi lisan. Sejauh pengalaman kami, aspek aplikasi bidan memang jarang dibahas padahal sering menjadi ganjalan.
Simpan jadwal dan hasil pemeriksaan bayi. Tidak perlu alat mahal; yang dibutuhkan konsistensi dari seluruh tim. Dampaknya paling jelas terlihat pada waktu tunggu pasien.
Bagian yang butuh kesabaran
Ingatkan jadwal kontrol dan imunisasi. Cukup dituangkan dalam satu halaman pengingat yang ditempel di area kerja. Bila diabaikan, dampaknya sering baru terasa di akhir bulan saat evaluasi. Pastikan setiap orang tahu siapa yang menjadi penanggung jawabnya. Untuk aplikasi bidan, penyesuaian kecil seperti ini biasanya sudah cukup memberi hasil.
Rapikan administrasi untuk kebutuhan rujukan. Di klinik yang sibuk, hal ini bahkan lebih penting daripada menambah petugas. Sisi baiknya, langkah ini bisa dijalankan tanpa biaya tambahan yang berarti. Tulis sebagai bagian dari prosedur harian, bukan sekadar instruksi lisan. Sejauh pengalaman kami, aspek aplikasi bidan memang jarang dibahas padahal sering menjadi ganjalan.
Poin yang perlu perhatian
Jaga privasi catatan keluarga. Klinik yang melakukannya rutin biasanya lebih cepat menemukan masalah sebelum membesar. Yang membuat beda bukan besar-kecilnya klinik, melainkan apakah langkah ini dijalankan atau tidak. Sampaikan kesepakatan ini kepada semua petugas, termasuk yang bekerja paruh waktu.
Siapkan laporan sederhana untuk pemantauan. Praktik ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya baru terasa ketika klinik mulai ramai. Pengalaman di beberapa klinik menunjukkan hal ini paling sering jadi sumber keterlambatan.
Urutan pengerjaan yang masuk akal
- Tinjau hasilnya sebulan sekali dan sesuaikan bila situasi berubah.
- Masukkan pemeriksaan singkat ke dalam rutinitas harian atau mingguan.
- Tetapkan siapa yang mengingatkan bila kebiasaan lama muncul kembali.
- Uji pada satu poli atau satu shift dulu, sambil mencatat kendala yang muncul.
Setelah satu-dua bulan, biasanya tim sudah merasa cara baru ini lebih ringan daripada cara lama.
Pola yang perlu dihindari
Ada beberapa kebiasaan berulang yang kerap kami temui dan hampir selalu berujung pada pekerjaan tambahan.
- Menunda perubahan sampai ada keluhan dari pasien, padahal masalahnya sudah terlihat dari data harian.
- Tidak menyiapkan prosedur cadangan untuk saat sistem atau alat bermasalah.
- Membiarkan data ganda karena malas mencocokkan sebelum menyimpan.
Kalau salah satu terasa akrab, itu justru kabar baik: berarti perbaikannya bisa dimulai dari hal yang jelas.
Hal yang paling sering ditanyakan pasien dan pemilik klinik
Apakah perlu sistem yang rumit? Tidak; yang penting sesuai kebutuhan praktik dan mudah dijalankan.
Bisa dipakai sambil melayani pasien? Pencatatan singkat di sela layanan justru membuat catatan lebih lengkap.
Menjaga konsistensi
Pada akhirnya, tidak ada gunanya mengubah semuanya sekaligus; klinik tetap harus melayani pasien setiap hari.
Bagi klinik yang mulai kewalahan mencatat dengan cara lama, aplikasi SUPER HEALTHCARE menyediakan modul yang mengikuti alur kerja klinik sehari-hari.
Bagian ini kami susun dari pertanyaan yang paling sering muncul saat klinik mulai menata sistem dan kebiasaannya.
Bila ada istilah yang terasa asing, catat dulu dan tanyakan kepada penyedia sistem Anda; jangan dipaksakan sendiri.